Dapatkan tips Menarik Seputar Penyakit Jantung dan Kesehatan Jantung Beserta Solusinya

Caranya cukup isi form di bawah ini :
Nama Depan :
Alamat Email :


Selasa, 22 Mei 2018

    Penyakit Jantung Bocor yang umumnya merupakan penyakit jantung bawaan lahir, tetapi tidak dipungkiri juga dalam beberapa kasus tertentu orang dewasapun bisa mengalami jantung bocor. Jantung bocor adalah suatu kondisi dimana terdapat lubang pada sekat jantung akibat kelainan struktur jantung. Angka penderita jantung bocor cukup tinggi. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita menyebutkan bahwa terdapat 9 bayi menderita jantung bocor per 1000 kelahiran.





    Proses terjadinya jantung bocor pada janin bisa terjadi sejak masa pembuahan pada wanita yang akan hamil. Proses pembentukan jantung janin terjadi pada masa awal pembuahan (konsepsi). Formasi jantung seharusnya telah sempurna pada akhir masa trimester pertama kehamilan. Namun, tidak demikian halnya pada bayi yang mengalami jantung bocor.

    Seperti yang diketahui jantung memiliki 4 bagian yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Di antara 4 bagian tersebut, jantung memiliki sekat untuk memisahkan setiap bagiannya. Jantung kanan mengandung darah kotor yang didominasi CO2, sedangkan pada jantung kiri banyak mengandung O2. Pada Jantung normal, darah kotor dari jantung kanan dibawah terlebih dahulu ke paru-paru. Kemudian diteruskan ke jantung kiri untuk di pompa ke seluruh tubuh.

    Tetapi pada kasus jantung bocor, hal yang terjadi adalah dikarenakan sekat jantung tersebut bocor, maka terjadi pencampuran antara darah kotor dan darah bersih. Inilah yang menyebabkan jantung tidak bisa berfungsi dengan normal. Gejala Jantung Bocor antara lain :

1. Murmur jantung yang dimana adanya tambahan suara pada detak jantung, tidak bisa 
    berdetak sesuai frekuensi dan suara seperti orang normal.
2. Mudah lelah dan mudah pingsan sebab pasokan darah bersih hanya sedikit diakibatkan
    pencampuran darah bersih dan darah kotor akibat sekat yang bocor
3. Sesak nafas dan sering merasa sakit didada, hal ini terjadi karena darah kotor mengandung 
    CO2 dan darah bersih O2. Jika terjadi kebocoran jantung, tentu saja pencampuran darah ini
    mempengaruhi aliran oksigen di dada dan menyebabkan susah bernafas.
4. Organ lain bengkak, biasanya terjadi pada daerah yang dekat dengan organ jantung seperti
    pergelangan kaki yang ada dibawah, perut, pembuluh vena yang diatas leher. Penyebabnya 
    adalah penumpukan zat yang banyak. Bahkan beberapa organ memiliki warna kebiruan 
    akibat penyakit jantung bocor seperti lidah atau bagian bibir dan penderitanya sering 
    mengalami pusing.
5. Buang air kecil yang terlalu sering, dan kadar Haemoglobin yang terlalu tinggi. Normalnya 
    orang sehat memiliki kadar Hb 13,0-15,0 . Tetapi mereka yang memiliki jantung bocor bisa 
    memiliki kadar Hb nya hingga 20,0.
6. Jika penyakit jantung bocor ini dialamioleh bayi, pada umumnya ciri-cirnya adalah gampang 
    sakit, berat badannya tidak naik-naik, susah minum susu, dan gampang kelelahan.


    Kebanyakan penderita kelainan jantung harus menjalani operasi (baca juga :5 jenis operasi jantung,berapa biayanya). Namun ada beberapa kasus yang bisa disembuhkan dengan pengobatan oral. Jika harus mengambil tindakan operasi, penderita memiliki 2 pilihan yaitu melakukan operasi jantung terbuka (open heart sugery) atau memilih tindakan katerisasi; yaitu memasukkan kateter melalui lipatan paha. Kateter akan mencapai jantung dan meletakkan alat seperti payung yang berfungsi menutup kebocoran. Katerisasi adalah metode sebuah sumbatan di masukkan ke dalam lubang dengan menggunakan tabung panjang yang disebut kateter.



    Meskipun demikian, tidak semua kasus bocor jantung bisa di katerisasi, terutama jika letak kebocoran berada dibagian bawah jantung, jadi pilihannya hanya bisa melakukan operasi bedah terbuka (open heart surgery). Umumnya operasi tersebut dilakukan ketika usia bayi sudah sekitar tiga bulan, namun jika keadannya darurat, operasi bisa dilakukan sesegera mungkin. Pada beberapa kasus bocor jantung, seiring bertambahnya usia anak terkadang lubang dapat menutup sendiri. Namun, jika lubangnya terlalu besar, sebaiknya di tutup sebelum usia sekolah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan; yaitu dengan cara ditambal atau terkadang dijahit. Jika lubang pada jantung sudah tertutup, sirkulasi darah menjadi normal.

    Setelah melakukan operasi, dokter masih akan melakukan beberapa pemeriksaan agar hasil operasi dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Jika diperlukan, dokter akan melakukan serangkaian tes seperti echokardiogram (EKG) untuk memantau kondisi pasien. Selain itu, dalam beraktivitas sehari-hari penderita tidak memiliki pantangan berarti, kecuali penderita tidak boleh terlalu capek.

Penutup
    Penyakit jantung adalah penyakit pembunuh no.1 didunia. Apapun jenis penyakit jantungnya mulai dari kecil hingga besar, jangan pernah diremehkan. Apalagi jantung merupakan salah satu organ penopang kehidupan yang sangat penting selain otak dan paru-paru.

    Penyakit berat seperti penyakit jantung sering kali menyebabkan kerugian ekonomi yang besar hingga keluarga harus menjual aset dan mencari pinjaman demi membiayai kesembuhan penderita. Oleh karena itu, alangkah bijaknya mempersiapkan dana darurat mulai hari ini, sebelum penyakit tidak menular ini menyerang anda. Untuk solusi dana darurat bisa klik disini.


Selasa, 15 Mei 2018

    Tekanan darah memiliki peranan penting dalam mengalirkan darah melalui arteri ke berbagai organ dan jaringan tubuh. Darah yang dialirkan ini membawa beragam nutrisi, oksigen, dan zat lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Dan jika aliran ini mengalami masalah, itu artinya tubuh akan mengalami hambatan dalam mendapatkan nutrisi dan zat penting yang terkandung di dalam darah untuk dapat berfungsi dengan baik. 



    Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan salah sumber masalah bagi tubuh yang kondisinya dimana tekanan dari aliran darah begitu tinggi sehingga lama kelamaan akan menimbulkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung. Tekanan darah ditentukan oleh dua faktor utama yaitu lebarnya pembuluh arteri dan jumlah darah yang dipompa oleh jantung memompa. Semakin sempit pembuluh arteri dan semakin banyak jumlah darah yang dipompa jantung, maka tekanan darah pada pembuluh arteri meningkat.
    Akibatnya kondisi tekanan darah yang tinggi bisa mempengaruhi kerja organ lainnya. Yang paling sering terkena dampak langsungnya adalah organ jantung. Dokter spesialis antung dan pembuluh darah, Siska S Danny mengatakan, data mayoritas orang yang terkena serangan jantung juga menderita hipertensi. "Di Rumah Sakit Harapan Kita, 60-80 % orang yang terkena  serangan jantung ternyata positif memiliki hipertensi.


   Kenyataan bahwa hipertensi dapat menyebabkan kematian memang terbukti benar. Namun, ternyata hipertensi tidak bisa menyebabkan kematian secara langsung. Cara hipertensi mengantarkan penderitanya pada kematian adalah merusak organ tubuh terlebih dahulu. Hipertensi sendiri adalah penyakit pembuluh darah yang dimana pembuluh darah terletak diseluruh tubuh mulai ujung kepala sampai ujung kaki.

    Selain menyebabkan serangan jantunghipertensi berpotensi menyebabkan gagal jantung. Jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah yang tinggi membuat jantung kerja lebih keras. Akibatnya jantung harus melawan tekanan darah yang tinggi itu. Jika jantung semakin lama membengkak, akan mengakibatkan sesak napas dan berakhir dengan gagal jantung.

    Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di kalangan masyarakat bahkan angka kejadiannya menunjukkan peningkatan di seluruh dunia. " Tahun 2000 angka kejadiannya sekitar 26%, dan tahun 2006 meningkat menjadi 29%, "kata dr. Nani Hersunarti, Sp.JP, dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

    Hipertensi juga menjadi pemicu utama terhadap jantung koroner. Sebagian besar penderita hipertensi juga memiliki penyakit jantung koroner, di USA separuh dari pasien NSTEMI memiliki hipertensi. Penyebab kematian akibat hipertensi di USA adalah gagal rjantung sebesar 45%, infark miokard 35%, serebrovaskuler 15% , dan gagal ginjal 5%. 


    
    Hasil penelitian Badan Kesehatan Sedunia (WHO) menunjukkan hampir setengah dari kasus serangan jantung disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang terus meningkat dalam jangka panjang akan menyebabkan terbentuknya kerak (plak yang dapat mempersempit pembuluh darah koroner). Ketika tekanan darah seseorang melebihi ambang batas normal yang dimana tekanan sistolik lebih tinggi 140 mmHg dan diastoliknya diatas 90mmHg.

    Biasanya gejala hipertensi berupa pusing, sakit kepala, muka merah, detak jantung cepat dan berdebar-debar, pegal, tidak nyaman pada tengkuk dan kondisi tubuh yang tidak fit. Hipertensi juga biasanya sulit dideteksi jika tidak dilakukan pemeriksaan dapat seringkali menyebabkan kematian secara tiba-tiba dan tanpa diduga, sehingga dikenal sebagai "silent killer" selain serangan jantung. Lalu bagaimana tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat memicu penyakit jantung koroner?

    Tekanan darah tinggi yang menetap akan menimbulkan trauma langsung terhadap dinding pembuluh darah arteri koronaria, sehingga memudahkan terjadinya arterosklerosisi koroner atau jantung koronerTekanan darah sistolik diduga mempunyai pengaruh yang lebih besar.. Kejadian penyakit jantung koroner pada tekanan darah tinggi sering dan secara langsung berhubungan dengan tekanan darah sistolik. Penelitian Framingham selama 18 tahun terhadap penderita berusia 45 - 75 tahun mendapatkan hipertensi sistolik merupakan faktor pencetus terjadinya angina pectoris dan miokard infark.

    Padahal pembuluh darah koroner merupakan jalur oksigen dan nutrisi (energi) bagi jantung. Akibatnya, pasokan zat-zat penting atau esensial bagi kehidupan sel-sel jantung jadi terganggu. Pada keadaan tertentu, hipertensi dapat meretakkan kerak (plak) di pembuluh darah koroner. Serpihan-serpihan yang terlepas dapat menyumbatan aliran darah, sehingga terjadilah  serangan jantungTentu saja penderita hipertensi memiliki potensi dua kali lipat menderita penyakit jantung koronerFungsi jantung yang lemah akibat hipertensi adalah suatu kondisi yang tidak bisa di pulihkan. Obat-obatan hanya mampu mencegah penurunan fungsi jantung. 

    Terakhir, hipertensi juga menyebabkan gangguan irama jantung (atrial fibrilation). Gangguan irama jantung yang paling sering terjadi adalah jenis irama jantung yang membuat serambi jantung bergetar tidak beraturan. Gangguan irama ini dapat memicu timbulnya gumpalan darah di ruang-ruang jantung. Bila bekuan darah tersebut terlepas dapat menyumbat pembuluh darah otak dapat mengakibatkan stroke.

    Untuk update seputar tentang penyakit jantung, pencegahan dan pengobatannya serta solusi biaya pengobatannya. Silakan daftarkan nama dan alamat yang ada di form di atas artikel yang anda baca. Anda akan mendapatkan solusi terbaik yang tidak saya muat di artikel publik.



Kamis, 10 Mei 2018



Diabetes merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan banyak kematian pada masyarakat di Indonesia selain kanker, kolestrol, jantung, dan stroke. Bahkan World Health Organization (WHO) memperkirakan 70% populasi dunia akan meninggal diakibatkan penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit jantungstroke, dan diabetes.

Diabetes yang dikenal sebagai penyakit gula merupakan gangguan metabolisme terhadap cara tubuh kita menggunakan makanan untuk dicerna sebagai energi. Sebagian besar makanan yang kita konsumsi dipecah menjadi glukosa, yaitu bentuk gula dalam darah. Glukosa adalah sumber utama bahan bakar tubuh. Setelah masuk di bagian pencernaan, glukosa memasuki aliran darah. Kemudian glukosa masuk ke sel-sel di seluruh tubuh dimana seharusnya digunakan untuk energi. Dalam proses ini, peran hormon insulin sangat dibutuhkan. Insulin adalah hormon yang di produksi oleh pankreas.
Insulin yang bertugas untuk memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel-sel.

Pada orang normal, insulin selalu dihasilkan dalam jumlah yang selalu tepat oleh pankreas. Tetapi hal ini tidak terjadi pada penderita diabetes. Pada penderita diabetes, pankreas tidak memproduksi jumlah insulin cukup bagi tubuh, atau sel-sel di otot, hati, dan lemak tidak menggunakan insulin dengan benar, atau bisa jadi keduanya. Akibatnya jumlah glukosa dalam darah meningkat sementara sel-sel kekurangan energi.

Seiring waktu, kadar glukosa darah tinggi merusak saraf dan pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke, penyebab utama kematian orang diabetes.

Diabetes pada umumnya disebabkan oleh pola makan yang kurang sehat seperti mengonsumsi banyak gorengan, kurang tidur, sering mengalami stres, kebiasaan merokok, dan minum minuman bersoda. Oleh karena itu pola hidup sehat memang sangat dianjurkan agar tidak terkena penyakit diabetes. Lalu bagaimana diabetes dapat memicu penyakit jantung?

Hubungan Diabetes dengan Penyakit Jantung
Jika anda memiliki diabetes, anda memiliki dua kali lipat kemungkinan memiliki penyakit jantung dan stroke. Orang dengan penyakit diabetes juga cenderung untuk mengembangkan penyakit jantung dan stroke pada usia lebih awal dibandingkan orang lain. Beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang tidak memiliki penyakit diabetes, telah memiliki peluang terkena satu serangan jantung.



Tingginya kadar gula darah yang tidak terkontrol mengakibatkan terjadinya penyumbatan dan pengerasan pada pembuluh darah (asteroklerosis), yang disebabkan oleh penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang berfungsi mensuplai oksigen dan nutrisi ke dalam jantung. Penumpukan lemak di dalam dinding pemubuluh darah ini biasanya telah dimulai sebelum terjadinya peningkatan kadar gula darah pada seorang penderita diabetes tipe 2. Artinya berbagai faktor resiko gangguan jantung sebenarnya telah ada sebelum diabetes terjadi.

Saat lemak yang menumpuk di dalam dinding pembuluh darah ini robek atau hancur, maka hal ini akan memicu terbentuknya bekuan darah yang pada akhirnya menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah. Hal tersebut bahkan bisa menyebabkan serangan jantung yang dialami pengidap diabetes lebih beresiko berujung kematian, dibandingkan pada orang tanpa diabetes.

Ditambah lagi, kurangnya pasokan oksigen dan nutrisi ke dalam otak dapat memicu terjadinya stroke, sedangkan kekurangan suplai oksigen dan nutrisi ke daerah kaki dan tangan dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan pembuluh darah tepi. Selain memiliki resiko lebih besar terhadap penyakit jantung dan stroke, seorang penderita diabetes juga memiliki resiko lebih tinggi terhadap gagal jantung, yang dimana kondisi jantung tidak dapat memompa darah dengan baik. Keadaan ini dapat menyebabkan cairan menumpuk didalam paru-paru dan membuat penderitanya kesulitan bernapas atau membuat cairan tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh sehingga menyebabkan pembengkakan dibeberapa bagian tubuh terutama pada bagian kaki.

Di samping itu, terdapat penjelasan lain yang menyebatkan bahwa gagal jantung yang dialami pengidap diabetes dapat diakibatkan oleh dua hal. Hal tersebit bisa berasal dari mekanisme langsung seperti tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) dan mekanisme secara tidak langsung yang terjadi karena komplikasi lain yang disebabkan oleh diabetes. Beberapa komplikasi yang menjadi pemicu terjadinya gagal jantung antara lain :

Kondisi Sel yang Kelaparan 


Terjadinya perubahan kadar gula darah, pengidap diabetes akan mengalami gangguan sirkulasi darah. Gangguan tersebut mengakibatkan asupan nutrisi dan zat lainnya menjadi terhambat, termasuk untuk sel-sel didalam tubuh. Bila penderita diabetes mengalami hiperglikemia, kebutuhan makanan sel-sel tubuh tidak akan terpenuhi. Kondisi ini yang menyebabkan sel-sel menjadi kelaparan.

Pada saat resistensi insulin atau terjadinya kekurangan hormon insulin, maka gula dalam darah tidak dapat dioleh menjadi cadangan energi. Jika dibiarkan, penderita diabetes akan mengalami hiperglikemia kronis. Sel-sel yang kelaparan akan berujung pada kematian sel itu sendiri, maka jaringan tubuh yang menyusun organ-organ didalamnya akan terganggu termasuk jantung. Ketika ada bagian jantung yang terganggu, maka bagian lainnya akan bekerja lebih kerja lebih keras untuk mempertahankan kinerja bagian jantung yang terganggu. Jika hal ini terjadi terus-menerus, jantung akan mengalami kelelahan yang berakhir pada berhentinya fungsi jantung (gagal jantung).

Aterosklerosis Karena Insulin


Resistensi insulin tidak hanya berpengaruh pada sel-sel tubuh, tetapi juga pada pembuluh darah. Bila hal tersebut dibiarkan, maka penderita diabetes dapat mengalami inflamasi (reaksi tubuh terhadap benda asing yang ditandai dengan adanya gangguan organ tubuh) pada jaringan tubuh. Tingkat resistensi beriringan dengan tingginya kadar gula darah. Semakin tinggi kadar gula darah, semakin tinggi pula resistensi insulin. Tingginya resistensi insulin akan menyebabkan inflamasi pada tubuh semakin parah. Sel-sel inflamasi akan memenuhi pembuluh darah. Lama kelamaan, sel-sel tersebut menumpuk dan menutupi pembuluh darah, sehingga beruju penyumbatan dan pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis). Kondisi inilah yang menyebabkan gagal jantung pada penderita diabetes.

Peningkatan Kadar Trigliserida


Hormon insulin tidak hanya menjadi penyebab kadar gula darah pada penderita diabetes menjadi tinggi. Namun juga menyebabkan kadar trigliserida didalam darah ikut meningkat karena hormon insulin turut berperan dalam mengontrol kadar trigliserida. Ketika gula darah yang diproses oleh insulin habis, maka trigliserida akan menggantikannya dengan mengubah lemak menjadi cadangan energi. Bila hormon insulin terganggu, maka gula darah tidak akan diproses, sehingga trigliserida pun meningkat. Kondisi ini dikenal dengan sebutan hipertrigliserida.

Akibat lainnya, kadar kolestrol jahat dan kolestrol baik pun terganggu. Kolestrol jahat akan meningkat dengan cepat, sedangkan kolestrol baik malah sebaliknya. Akhirnya, lemak akan tertimbun didalam pembuluh darah sehingga menyebabkan aterosklerosis sehingga tekanan darah turut meningkat. Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras sehingga bisa berhenti tiba-tiba karena kelelahan atau gagal jantung.


Cara Mengobati Gangguan Jantung pada Penderita Diabetes


1. Terapi aspirin untuk menurunkan resiko terbentuknya bekuan darah yang dapat 
     menyebabkan  terjadinya serangan jantung dan stroke
2. Melakukan diet sehat
3. Berolahraga secara teratur untuk menurunkan berat badan, memperbaiki kadar gula darah, 
    menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolestrol, dan menurunkan lemak perut.
4. Tindakan pembedahan
5. Berkonsultasi ke dokter.

Penutup
Jangan pernah meremehkan penyakit yang bersifat tidak menular. Karena justru penyakit yang tidak menular adalah penyakit yang paling berbahaya yang menyebabkan angka kematian paling banyak di seluruh dunia. Bukan hanya itu saja, penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit jantung dan stroke, serta diabetes sering kali menyebabkan kerugian ekonomi yang besar akibatnya besarnya biaya pengobatan yang dibutuhkan. Oleh karena itu, alangkah bijaknya mempersiapkan dana darurat mulai hari ini, sebelum penyakit tidak menular ini menyerang anda. Untuk solusi dana darurat bisa klik disini.

Google analytics

My title page contents

viva log

facebook pixel

Blogroll

Popular Posts