Dapatkan tips Menarik Seputar Penyakit Jantung dan Kesehatan Jantung Beserta Solusinya

Caranya cukup isi form di bawah ini :
Nama Depan :
Alamat Email :


Jumat, 30 Maret 2018

       Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang paling menakutkan dan tidak bisa diremehkan keberadaannya. Organisasi World Health Organization mencatat bahwa sekitar 80%  angka kematian akibat penyakit jantung ini ada di negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah. Dewan Penasihat Perhimpunan Kardiovaskular Indonesia (Perki), dr. Anna Ulfah Rahajoe SpJP(K), yang mengatakan bahwa penyakit jantung no 1 pada perempuan Indonesia adalah penyakit jantung koroner.

Salah satu hal yang sangat ditakutkan ketika terserang suatu penyakit maka dapat mengundang penyakit lain berdatangan. Hal inilah yang disebut dengan penyakit komplikasi. Berikut penyakit komplikasi yang mungkin timbul pada penderita jantung koroner.

DIABETES





    Penyakit gula ini adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti karena jika sudah terkena diabetes, peluang terjadi komplikasi yang lain lebih besar. Penyakit diabetes dapat terjadi akibat kekurangan hormon insulin (hormon yang mengontrol gula) didalam tubuh dan menyebabkan kerusakan sistem lainnya pada tubuh, khususnya kerusakan pembuluh darah dan saraf. Kerusakan inilah yang menyebabkan munculnya satu atau lebih penyakit lain pada penderitanya.



SERANGAN JANTUNG




       Serangan jantung yang mengancam jiwa menyebabkan kematian otot jantung karena persediaan darah tidak cukup .silakan dibaca bedanya serangan jantung dan penyakit jantung. Serangan jantung adalah kondisi dimana ketika aliran darah yang kaya akan oksigen tiba-tiba terhambat ke otot jantung, sehingga jantung tidak mendapat oksigen. Jika aliran darah tidak dipulihkan dengan cepat, bagian dari otot jantung akan mulai mati. Gejala umumnya diantaranya dada terasa nyeri seperti tertimpa benda berat dan sakit di bagian kiri (rahang, pundak,lengan).

STROKE


Penyebab utama stroke terjadi karena penyumbatan aliran darah yang disebabkan penumpukan plak dan pendarahan pada pembuluh darah otak akibat hiperglikemia. Stroke dapat menyebabkan penurunan fungsi otak dalam berkoordinasi, berpikir, menggerakkan bagian tubuh, dan menelan makanan.



HIPERTENSI




Hipertensi atau yang dikenal dengan penyakit tekanan darah tinggi ini merupakan dampak dari penyakit jantung koroner. Penyebabnya adalah pembuluh darah yang kejang (menyempit) atau kurang elastis yang dapat menyebabkan tekanan naik. Hipertensi juga merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia.



GAGAL JANTUNG




Ketika penyakit jantung koroner semakin parah maka gagal jantung kongestif tidak dapat terelakkan, gagal jantung memiliki rasa nyeri yang hebat dan dapat merusak sel-sel di jantung hingga dapat menyebabkan kematian.

Jaga kesehatan anda, untuk mengetahui tips tentang penyakit jantung lebih lanjut silakan subscribe untuk berlangganan di website  https://penyakitjantungtips.blogspot.co.id/ dan bagikan artikel ini kepada orang yang anda sayangi.

Selasa, 27 Maret 2018

       Tahukah anda, hari senin adalah hari dimana paling banyak kasus terjadinya serangan jantung dibandingkan hari lain. Fakta tersebut terungkap dalam sebuah data yang diolah dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Data tersebut mencakup 39 juta kematian dalam rentang tahun 1999 - 2014.



       Menurut data tersebut, penyebab kematian paling banyak adalah penyakit jantung, kanker, penyakit pernapasan kronis, kecelakaan, stroke, alzheimer, diabetes, flu dan pneumonia, penyakit ginjal serta bunuh diri. Ketika dilihat secara terperinci, kematian akibat serangan jantung tercatat paling tinggi di hari senin yakni 348.206 kasus. Hari selasa, hari tertinggi ke-2 setelah hari senin dengan angka 337.918 kasus kematian akibat serangan jantung. 

       Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Uppsala di Swedia, para peneliti menganalisa 156.000 data serangan jantung dari berbagai rumah sakit selama kurun waktu 7 tahun dari 2006 - 2013 ternyata para pekerja adalah golongan yang paling rawan terkena serang jantung di hari Senin dimana mereka beresiko 20% lebih tinggi terkena serangan jantung dibanding hari-hari lainnya.

       Menurut hasil riset yang dipublikasikan oleh American Heart Association (AHA) Journal Juli 2017, waktu terjadinya serangan jantung diyakini ada hubungannya dengan tinggi rendahnya tingkat stres seseorang. Pada umumnya hari senin adalah hari dimana para pekerja cenderung memiliki tingkat stres lebih tinggi daripada hari libur di akhir pekan. 

       Stres dapat memicu perubahan dalam sistem biologis kita dan membuat kita lebih rentan terkena serangan jantung. Saat kita stres, jantung kita bekerja lebih keras, metabolisme kita kacau, dan kekebalan tubuh menurun," ujar peneliti dampak stres Ahmed Tawakol, M.D. Bekerja lembur juga meningkatkan resiko terkena serangan jantung.

Sabtu, 24 Maret 2018

  Istilah gangguan irama jantung mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Gejalanya yang berupa jantung berdebar-debar kerap dianggap sebagai hal ringan, bukan gangguan serius. Padahal, gangguan irama jantung yang dalam dunia medis disebut Artial Fibrilation (AFib) merupakan faktor terbesar dan tercepat pemicu stroke bagi manusia.



    Pemicu stroke dan serangan jantung itu ada banyak. Tapi umumnya masyarakat hanya tahu sebatas hipertensi dan diabetes. Jarang ada yang tahu tentang AFib. Umumnya Afib muncul pada seseorang secara tiba-tiba. Gejala berdebar pada jantung yang timbul juga memiliki rentang waktu yang bervariasi pada setiap orang. Ada yang muncul secara terus-menerus, ada yang muncul pada waktu-waktu yang  tidak dapat diperkirakan atau on-off ; ungkap dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Yoga Yuniadi, di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

   Hal ini sering diabaikan, ketika gejala hilang, mayoritas orang akan menganggapnya aman dan tidak melakukan tindakan apapun termasuk memeriksakan diri ke dokter. Menurut penelitian yang dilakukan, setiap orang di dunia memiliki potensi terserang penyakit jantung. Tidak ada penyebab khusus seseorang menderita AFib. Namun, beberapa hal seperti usia diatas 65 tahun, riwayat penyakit hipertensi dan diabetes, serta kebiasaan mereokok dapat menyebabkan seseorang lebih rentan terserang AFib. Bahkan jika seseorang terkena AFib hanya dalam waktu 48 jam sudah dapat menyebabkan stroke

   Gejala lain yang dialami penderita Afib diantaranya kelelahan terutama saat olahraga, pusing, nafas pendek, lemah, dan nyeri dada. Untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang mengalami gangguan irama jantung, pemeriksaan lengkap di rumah sakit harus dilakukan, termasuk pemeriksaan lengkap di rumah sakit harus dilakukan, termasuk pemeriksaan rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG). Bila tarafnya masih ringan dan tidak membahayakan, umumnya pasien akan diberikan obat untuk menormalkan irama denyut jantung. Sementara itu pasien yang memiliki faktor resiko lebih daro satu sesuai hitungan CHADS2 Score akan diberikan obat pengencer darah untuk mencegah stroke.

Google analytics

My title page contents

viva log

facebook pixel

Blogroll

Popular Posts