Dapatkan tips Menarik Seputar Penyakit Jantung dan Kesehatan Jantung Beserta Solusinya

Caranya cukup isi form di bawah ini :
Nama Depan :
Alamat Email :


Minggu, 06 Mei 2018

    Operasi Bypass jantung biasanya dilakukan untuk mengobati pasien yang terserang penyakit jantung koroner. Operasi yang dikenal dengan nama Coronory Artery Bypass Graft (CABG) ditujukan untuk membuat jalan pintas saluran baru untuk mengganti saluran yang tersumbat agar suplai darah ke jantung menjadi lancar. Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardio Vaskular, Maizul Anwar mengatakan bypass mulai banyak dilakukan pada pasien jantung koroner. Menurutnya, operasi Bypass ini bisa menjadi alternatif ketika operasi pemasangan ring tidak dapat dilakukan atau memerlukan ring yang sangat banyak. Ring yang sangat banyak, tentu memakan biaya yang lebih besar, kalau sudah seperti ini sebaiknya memilih operasi Bypass saja. Operasi Bypass  sangat baik dilakukan terutama untuk pasien yang mengalami penyempitan di batang utama kiri jantung.



    Namun tidak semua penderita penyakit jantung koroner membutuhkan operasi bypass jantung. Hanya pasien tertentu saja yang sudah bisa mengubah perilaku hidup yang sehat dan sudah melakukan terapi dengan obat-obatan dengan dosis tinggi. Operasi bypass jantung dapat dilakukan apabila sudah terdapar banyak penyempitan dan penyumbatan pada saluran arteri dan biasanya membutuhkan waktu 3-6 jam. Pasien akan diberikan bius, sehingga pasien akan tertidur selama proses operasi. Ketika operasi, tulang dada beserta rusuk akan dibuka agar memudahkan dokter mudah mencapai jantung. 


Menurut American Heart Association (AHA), dokter mengambil tindakan melakukan operasi by pass jika pasien mengalami kondisi dibawah ini : 
1. Adanya gannguan jantung Stenosis Left Main Coronary Artery yang cukup nyata serta terdapat 
    sumbatan/stenosis lainnya. 
2. Angina (nyeri dada) yang tidak stabil dan tidak dapat dikontrol secara medis.
3. Respon negati pada terapi non bedah
4. Kegagalan pompa jantung pada ventrikel yang cukup progresif.
5. Beberapa jenis sumbatan pada pembuluh yang tidak dapat diatasi dengan tindakan medis lain
6. Komplikasi karena kegagalan PTCA (Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty)
7. Adanya sumbatan pada lebih dari satu pembuluh darah arteri

Teknik Operasi Bypass
Operasi Bypass memiliki 3 cara untuk dilakukan, masing-masing memiliki keuntungan dan kerugiannya. Tentu saja jenis teknik operasinya akan ditentukan oleh dokter yang paling sesuai dengan kondisi penderitanya.

On-Pump Coronary Artery Bypass Grafting
Teknik ini menggunakan mesin jantung paru (herat-lung machine) untuk menggantikan peran jantung. Pada saat operasi, jantung dihentikan untuk memudahkan pemasangan graft, dan tugasnya digantikan oleh mesin jantung-paru

Off-Pump Coronary Artery Bypass Grafting
Teknik adalah yangpaling sering dipakai oleh para ahli bedah jantung. Teknik operasi bypass ini tidak menggunakan mesin jantung-paru. Jantung masih tetap berdenyut selama pelaksanaan operasi. Alat yang digunakan adalah alat penstabil jantung yang memudahkan ahli bedah melakukan pemasangan graft tanpa terganggu dengan denyut jantung.

Minimally Invasive Direct Coronary Artery Bypass Grafting
Teknik ini merupakan teknik yang paling baru dan paling jarang dilakukan. Pada teknik ini, tindakan operasi hanya memerlukan beberapa sayatan kecil pada disisi sebelah kiri diantara tulang iga. Biasanya dilakukan hanya untuk pembuatan bypass graft untuk satu pembuluh darah didepan.



Prosedur Operasi Bypass

  1. Ketika operasi bypass jantung berjalan, jantung akan dihentikan detaknya kemudian suhu jantung didinginkan. Para dokter akan menyuntikkan cairan pengawet ke arteri jantung. Hal ini untuk mengurangi kerusakan karena penurun aliran darah selama operasi berlangsung.
  2. Sirkulasi darah dan pernafasan akan dialihkan menggunakan mesin sehingga oksigen tetap mengalir kedalam tubuh pasien selama operasi berlangsung
  3. Pembuluh darah utama yang terdapat di tubuh (Aorta) akan dijepit ketika operasi bypass jantung berlangsung. Hal ini agar tidak terjadi aliran darah selama operasi berjalan
  4. OFF-Pump Coronary Bypass Grafting adalah metode yang paling banyak digunakan saat ini. Metode ini dapat mengurangi komplikasi sewaktu-waktu dan juga untuk proses penyembuhan yang cepat, sedangkan metode lain bekerja dengan memotong sedikit bagian dada penderita yang mengalami penyumbatan pembuluh darah tepat didepan jantung dan sumbatan terdapat pada arteri
  5. Pembuluh darah yang digunakan untuk pencangkokan dalam operasi bypass jantung adalah pembuluh vena shapena yang terdapat pada tungkai kaki bagian bawah. Pembuluh darah vena tersebut dijahit dengan arteri koroner melalui bagian yang mengalami penyumbatan. Manfaat vena tersebut dapat mengalirkan darah pada tungkai bawah yang akan diganti dengan vena yang berukuran kecil. 

  • Ada lagi yang digunakan sebagai bahan untuk mencangkok arteri jantung yakni arteri mamaria internal kiri yang ada didalam dada. Arteri ini akan dipisahkan dari dinding dada kemudian dihubungkan dengan arteri korner yang mengalami hambatan dan sumbatan. 
  • Arteri mamaria ini memiliki kelebihan penggunaan yang lebih lama namun panjanganya hanya terbatas sehingga ganya dapat dipakai untuk penyempitan yang dekat. Menggunakan arteri mamaria juga membutuhkan waktu yang lebih lama ketika operasi darurat. Untuk mencari jalan lain, bisa juga digunakan arteri pada tungkai atas.
  • Setelah operasi bypass jantung pasien akan dirawat intensif di ruang ICU, hal ini agar dokter tetap bisa mengontrol kestabilan jantung dan alat vital lain selama kurang lebih 2 hari.
  • Biasanya pasien akan mengalami frekuensi jantung yang tidak stabil selama 3 hari setelah melakukan operasi bypass jantung ini. Namun hal ini bisa diatasi dengan mengonsumsi beberapa obat-obatan yang diberikan oleh dokter
  • Setelah operasi, pasien akan mendapat pengawasan ketat oleh dokter karena ditakutkan akan terjadi pendarahan setelah operasi. Setelah itu pasien akan dipindahkan ke perawatan transisi atau masa pemulihan sekitar satu minggu.
  • Jahitan akan dilepas setelah satu minggu. Untuk kesembuhan total pasien membutuhkan waktu hampir 2 bulan. Pasien baru diizinkan melakukan ativitas berat setelah 2 bulan dari jarak operasi.

Biaya Operasi bypass jantung
     Operasi bypass merupakan tindakan bedah jantung yang cukup beresiko dan harus ditangani oleh ahli bedah jantung yang professional. Tindakan ini mampu menyembuhkan gejala penyakit jantung koroner dengan cepat, termasuk angina (nyeri dada). Pasien biasanya bisa kembali beraktivitas seperti biasa selama 10-15 tahun, setelahnya mungkin memerlukan operasi bypass lainnya jika tersumbat lagi. Jika anda mengidap penyakit jantung koroner parah-contohnya, beberapa arteri tersumbat dan ventrikel kiri melemah, operasi bypass dapat memperpanjang hidup anda.
   Sebelum memutuskan untuk mengambil tindakan operasi bypass, pasien harus mempersiapkan besaran biaya sekitar 150 juta didalam negeri, 200 juta ke atas jika berobat diluar negeri. Biaya tersebut belum termasuk biaya rawat inap, obat-obatan, laboratorium, dan sebagainya. Jika ditotal biaya operasi bisa setara dengan harga 1 unit rumah di jakarta. Jika hal ini terjadi, apakah anda mau mengorbankan aset anda yang merupakan hal yang bisa anda wariskan ke keluarga kelak?
Untuk solusi bantuan keuangan bisa klik disini

Resiko Dilakukannya Operasi Jantung
    Setiap sebuah tindakan operasi yang dilakukan, pasti ada efek atau resiko yang dirasakan oleh sang pasien. Pada umumnya, setelah operasi Bypass jantung pasien mengalami demam, pendarahan, dan nyeri. Sehingga diwajibkan untuk pasien agar rutin mengontrol luka bekas operasinya. Selain itu, ada juga resiko lain yang mungkin dialami pasien.
  • Dapat menyebabkan penyakit stroke yang memerlukan penanganan khusu. Ada juga yang mengalami kematian setelah operasi bypass jantung dan ini dikarenakan pasien mengalami serangan jantung
  • Resiko kematian lebih sering mengintai pasien yang berumur lanjut dan memiliki penyakit jantung lemah, diabetes, paru-paru dan ginjal, perokok, dan sering minum alkohol. Operasi bypass jantung ini terjadi pada banyak wanita yang berusia lanjut.
  • wanita memiliki arteri koroner yang lebih kecil dibandingkan pria sehingga menyulitkan operasi. Namun, selama wanita masih rutin mengalami menstuasi makan resiko terkena jantung koroner sangat minim.
  • setelah melakukan operasi bypass jantung, resiko terjadi penyumbatan akan semakin berkurang sehingga resiko kematianpun dapat berkurang
  • Hanya beberapa pasien yang mengalami sumbatan lagi setelah operasi berjalan 2 minggu. Pembekuan darah biasanya terjadi karena terbawanya darah keluar dari pembuluh arteri ke dalam arteri yang telah dicangkokkan.
  • Ada beberapa pasien yang mengalami hal tersebut setelah dua minggu melakukan operasi. Pembuluh darah juga akan kembali terkena resiko sumbatan ulang setelah 5 tahun karena terbentuknya jaringan ikat untuk proses pemulihan pada pembuluh darah.
  • Operasi bypass jantung akan dilakukan lagi jika memungkinkan. Namun operasi yang kedua mengakibatkan resiko yang lebih besar yakni karena fungsi vena saphen digantikan oleh vena-vena yang lebih kecil sehingga menyebabkan pembengkakan.
  • Setelah melakukan operasi yang kedua, pasien diharuskan memakai kaos kaki sampai satu minggu. Hal ini akan membantu penyembuhan pembengkakan pada tungkai dan akan sembuh setelah satu minggu.
  • penyembuhan tulanh dada yang terluka karena operasi akan sebuh sekitar 8 minggu. Sehingga akan membatasi pergerakan pasien tidak diperbolehkan melakukan aktivitas yang berat dan melelahkan.
  • ketika operasi pasein menggunakan mesin jantung-paru maka pasien akan beresiko mengalami masalah pada ingatnnya, pasien juga akan sulit untuk berkonsentrasi.
  • Pasien disaranakn untuk selalu mengontrol pembuluh darah cangkoknya pada dokter agar bisa mengetahui masalah yang terjadi lebih awal. Juga rutin untuk selalu mengontrol luka bekas operasi pada dada dan tungkai agar terhindar dari pendarahan ataupun infeksi.
  • setelah melakukan operasi bypass jantung, pasien akan merasakan nyeri pada bahu juga pada punngung. Pasien akan merasa sering lemas, stress, insomnia, dan kehilangan nafsu makan. Kondisi ini berlangsung di 3 bulan pertama setelah operasi.
Pasien harus mengubah pola hidupnya menjadi pola hidup sehat sehingga terhindar dari resiko terkena penyakit jantung koroner kedua kalinya. Pasien disarankan untuk tidak merokok, mengurangi lemak, mengontrol gula darah dan tekanan darah.


Bagi teman-teman yang mau update seputar tips penyakit jantung, bisa subscribe dan daftar nama dan email anda yang ada diatas artikel yang anda baca. Salam Sehat.

Blog Archive

viva log

Follow by Email

facebook pixel

Blogroll

Popular Posts